Program Studi S2 Logistik

Pengembangan Program Studi Magister Logistik (Master in Logistics) merupakan hasil proses pertumbuhan yang telah berkembang di Program Studi Teknik Industri (ex Jurusan/Departemen Teknik Industri) sejak lama dalam rangka menjawab kebutuhan dalam bidang logistik di Indonesia. Program ini sudah diselenggarakan dalam berbagai perkuliahan baik sebagai mata kuliah wajib maupun  mata kuliah pilihan pada program sarjana mulai dari kurikulum 1993 dan diselenggarakan juga sebagai jalur kekhususan pada Program Magister Teknik dan Manajemen Industri dalam kurikulum 2003 sebagai jalur pilihan kekhususan Sistem Industri dan Rantai Pasok pada program Magister.

Dengan memperhatikan perkembangan di berbagai perguruan tinggi teknik pada tataran global (internasional) serta kebutuhan nasional akan sistem logistik yang efektif dan efisien, dan juga didukung dengan adanya ketersediaan keahlian dan kompetensi dosen-dosen serta fasilitas/laboratorium yang ada, maka dalam rencana strategis Departemen Teknik Industri ketika itu telah direncana untuk mendirikan program studi tersebut. Sebagai tindak lanjut pada tahun 2003 dibentuk Tim Persiapan Pembukaan Program Studi Magister Logistik (dengan ketua Prof. Dr. Ir. Senator Nur Bahagia) oleh Ketua Departemen Teknik Industri. Konsep Program Studi Magister Logistik yang dihasilkan kemudian dijadikan acuan bagi tim berikutnya yang dibentuk oleh Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI) pada tahun 2009.

Keberadaan program Magister Logistik dimaksudkan untuk menjawab kebutuhan industri nasional yang diharapkan dapat menghasilkan lulusan dengan kompetensi berketerampilan siap pakai untuk memecahkan permasalahan, berpengetahuan untuk melakukan perancangan, analisis, implementasi dan perbaikan sistem logistik, dan berkemampuan untuk menjalankan fungsi manajerial dalam mengkoordinasikan sumber daya yang diperlukan dalam suatu sistem logistik. Program ini tidak hanya tibutuhkan oleh kalangan masyarakat bisnis dan industri jasa logistik tetapi juga dari pemerintah sebagai regulator. Untuk batch pertama Kementerian Perdagangan Republik Indonesia akan mengirimkan tidak kurang dari 25 stafnya untuk mengikuti program ini pada tahun ajaran 2011 yang akan datang mengingat dalam Cetak Biru Pengembangan Sistem Logistik Nasional Kementerian Perdagangan dijadikan ujung tombak bagi pengembangan Sistem Logistik Nasional. Selain itu Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP), PT Pelindo serta PT BGR juga telah menyatakan minat dan dukungannya akan Program Studi ini. Begitu juga dengan Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) sebagai asosiasi profesi logistik di Indonesia turut memberikan dukungannya.